Partai Hati Nurani Rakyat

Melanggar Keputusan Partai, Mularis Djahri dan Zakaria Abas Dipecat DPP Partai Hanura

Hendri Zainuddin menerima Surat Keputusan sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Hanura Sumsel, hari Minggu tanggal 14 Januari 2018 di Jakarta.

Hendri Zainuddin menerima Surat Keputusan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Sumsel, hari Minggu tanggal 14 Januari 2018 di Jakarta.

Jakarta, MediaOnlineNews -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) akhirnya mengeluarkan keputusan memberhentikan Mularis Djahri sebagai Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Zakaria Abas, S.H., M.Hum., sebagai Sekretaris DPD Partai Hanura Sumsel.

Dalam surat keputusan nomor SKEP/355/DPP-HANURA/I/2018 tertanggal 14 Januari 2018 yang ditandatangani oleh Oesman Sapta Odang sebagai Ketua DPP itu, disebutkan bahwa Mularis Djahri dan Zakaria Abas telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Hanura dan Keputusan Partai. Dimana dalam Pasal 34 ayat 4 butir cc, DPP mempunyai kewenangan untuk memberhentikan dan mengangkat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD dan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) yang melanggar AD/ART dan Keputusan Partai.

Selain memberhentikan mereka berdua, didalam surat tersebut disebutkan bahwa DPP Partai Hanura mengangkat Hendri Zainuddin sebagai Plt Ketua DPD Partai Hanura dan Abrar Amir sebagai Plt Sekretaris DPD Partai Hanura Sumsel, serta diberikan waktu paling lambat tiga bulan untuk menyelenggarakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) sejak surat keputusan tersebut dikeluarkan.

Plt Ketua DPD Partai Hanura Sumsel, Hendri Zainuddin, ketika dikonfirmasi oleh wartawan, membenarkan bahwa dirinya diperintahkan oleh Ketua Umum (Ketum) untuk mempersiapkan dan melaksanakan Musdalub tersebut.

"Iya, memang benar surat keputusan tersebut sudah keluar. Sebagai Plt Ketua DPD Sumsel, saya diperintahkan oleh Ketum untuk melaksanakan dan mempersiapkan Musdalub DPD Hanura, paling lambat 3 bulan setelah SK diterbitkan." ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura itu juga menjelaskan, dirinya juga diperintahkan untuk menyiapkan partai, guna menghadapi pemilu 2019 mendatang.

"Kami juga mendapatkan perintah untuk menghadapi verifikasi dari KPU sebagai peserta Pemilu 2019 dan mendukung calon kepala daerah yang diusung oleh partai, pada pilkada serentak di Sumsel tahun ini." ungkapnya.

Keputusan dari DPP ini, merupakan akhir dari perseteruan yang terjadi antara DPD Partai Hanura Sumsel dengan DPP. Pasalnya, DPP menginstruksikan kepada DPD Hanura Sumsel dan seluruh jajaran dibawahnya untuk mendukung pasangan Herman Deru dan Mawardi Yahya pada pemilihan Gubernur (Pilgub) tanggal 27 Juni 2018 mendatang. Sedangkan Mularis Djahri yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sumsel, memberikan perintah untuk mendukung pasangan Dodi Reza dan Giri Ramandha. (ohs)

Penerimaan Bakal Caleg Partai Hanura
No Response

Comments are closed.