Pemerintah Kota Palembang

Maju di Pilkada Palembang, Mularis Djahri Tunggu Hasil Survey dan Rekomendasi Bapilu

Bakal Calon Walikota Palembang 2018, Mularis Djahri bersama Warga Kota Palembang

Bakal Calon Walikota Palembang 2018, Mularis Djahri bersama Warga Kota Palembang

Nama Mularis Djahri pernah muncul saat Pilkada Kota Palembang 2013 lalu. Saat itu, dia gagal terpilih sebagai wali kota Palembang. Kini, pengusaha bidang perkebunan itu,  Maju kembali dalam pesta demokrasi 2018-2023.

SEJUMLAH partai politik (parpol) bersiap memajukan jagonya pada Pilkada Kota Palembang, 2018 yang masih setahun lagi. Salah satu yang digadang maju adalah Ketua DPD Hanura Sumsel, Mularis Djahri.

Publik di Bumi Sriwijaya sudah banyak mengenal sosok Mularis. Namun, mungkin ada yang belum tahu kalau dia pernah berkarier sebagai anggota Polri dengan pangkat terakhir sersan kepala.

Sebelum menjadi pengusaha, pria kelahiran Palembang 52 tahun lalu itu mengawali karier sebagai polisi. Merintis dengan pangkat paling rendah, balok merah. Mularis juga pernah mengikuti pendidikan secaba reguler Polri tahun 1992, dan mencapai pangkat sersan.

Hanya saja, Dia memilih pensiun sebagai anggota polisi. Pangkat terakhir sersan kepala pada 2005. Pilihan untuk mundur setelah usaha perkebunan yang dirintisnya di daerah Campang Tiga, Kabupaten OKU Timur, berhasil maju dan berkembang.

“Tidak ada yang berubah dari dulu, saya tetap seperti ini,” ucapnya merendah saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Meski partainya mendukung untuk maju di Palembang 1, namun Mularis mengaku masih menunggu hasil survei. Karena, ungkap pria berkulit putih ini, untuk maju tentu harus ada perhitungan.

“Saya memilih untuk melihat masukan Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu),” tukasnya.

Paling tidak, kata dia, harus dirancang secara teliti kemungkinan berkoalisi. Karena perlu banyak strategi dan opsi untuk ikut bartarung dalam Pilkada Serentak 2018. Mularis mengaku, dirinya tidak ingin memaksakan diri, kalau hasil survei untuk dirinya terbilang rendah. Sebaliknya, jika ada peluang dan survei mendukung, Mularis mengaku siap maju.

“Karena menjadi calon wako tentu harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat banyak,” tandasnya.

Mularis menilai, begitu banyak tugas dan yang harus dibenahi di Kota Palembang. Bila terpilih sebagai Wako yang menjadi representasi dari lebih 1,5 juta jiwa penduduk Palembang, dirinya harus bisa mengayomi seluruh masyarakat. Apalagi di Palembang banyak ragam, etnis, profesi, akademisi, cerdik pandai, mantan pejabat, pebisnis, dan lainnya. “Mereka harus dirangkul untuk bersama-sama membangun Kota Palembang agar lebih maju dan mensejahterakan masyarakatnya,” paparnya.

Meski belum pernah memimpin birokrasi secara langsung, Mularis mengaku optimistis bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat. Ini dibuktikan, pria bertangan dingin ini berhasil memimpin perusahaan. Karyawan berjumlah ribuan. Di bawah manajemen yang baik, usaha itu kini telah diteruskan kepada anak-anaknya.

Kalau memang akan maju di Pilkada 2018 nanti, Mularis menegaskan ingin bisa membuat nilai tambah bagi banyak orang. Sebaliknya, kalau hasil survei tidak mendukung untuk maju, kata dia, Mularis mengatakan masih bisa bekerja. Karena sebagai rakyat, kata dia, bekerja dengan baik itu sudah termasuk membantu apa yang menjadi program pemerintah.

“Saya akan tetap mendukung program yang berpihak kepada masyarakat,” sebut putra pasangan H Djahri dan Hj Siti Aisyah ini sambil tersenyum.
Saat ini, kata dia, masih banyak calon yang melihat, menunggu, dan mendengar untuk maju dalam Pilkada serentak 2018. Termasuk melakukan penjajakan dan mencari opsi.

“Seperti siapa akan berpasangan dengan siapa, dan lainnya,” tuturnya sambil tersenyum. Pilihan seperti itu memang dilakukan para kandidat lainnya untuk mencari peluang yang paling baik.

Mularis juga mengatakan memiliki prinsip hidup yang dipegangnya. “Sebelum membenahi orang lain, mulai dari diri sendiri. Kalau sudah berbenah dan siap, baru bisa mengajak orang lain, dan memperbaiki orang lain,” kata Mularis menyebut prinsip hidupnya.

Suami dari Hj Farida ini juga mengatakan, dalam hidup harus bisa bermanfaat bagi orang lain. “Seperti hidup sesuai tuntunan agama, hidup teratur, memiliki watak baik, tidak iri dengki, jangan tamak dan rakus, serta tidak sombong,” urainya.

Mengenai apa yang menjadi visi dan misi, menurut Mularis, belum bisa disampaikannya. Karena maju tidaknya dirinya tergantung dengan hasil survei. “Kalau hasil survei saya jelek, ngapain saya maksa maju,” tandasnya.

Kata dia, seperti 2013 lalu, meski kalah dalam pertarungan Pilkada Kota Palembang, Mularis mengaku tetap bersyukur. Karena, menurut dia, seorang mantan polisi berpangkat sersan bisa daftar dan ikut dalam pencalonan wali kota Palembang, itu sangat luar biasa. “Setidaknya sudah mencatatkan sejarah pernah ikut calon wali kota,” katanya sambil tersenyum.

Soal kepemimpinan, Mularis mengaku tidak antikritik. Termasuk masukan yang disampaikan dari kalangan wartawan. Justru dengan kritik, ungkap dia, menjadi pemicu untuk lebih maju. “Kritik menjadi cambuk bagi saya untuk introspeksi dan menjadi lebih baik lagi,” tegasnya. ( Sumeks)

Hendri Zainuddin, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Sumatera Selatan
No Response

Leave a reply "Maju di Pilkada Palembang, Mularis Djahri Tunggu Hasil Survey dan Rekomendasi Bapilu"