Partai Hati Nurani Rakyat

Hasil Survei ISS Mengejutkan, Teguran Bagi KPU

Suasana Rilis Hasil Survei dari Lembaga Kajian dan Pusat Studi Komunikasi Institure For Social Studies (ISS) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Kota Palembang. (ist/yenrizal tarmizi)

Suasana Rilis Hasil Survei dari Lembaga Kajian dan Pusat Studi Komunikasi Institure For Social Studies (ISS) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Kota Palembang, hari Sabtu tanggal 25 November 2017. (ist/yenrizal tarmizi)

Palembang, MediaOnlineNews -- Lembaga Kajian dan Pusat Studi Komunikasi Institute For Social Studies (ISS) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Kota Palembang, hari Sabtu tangggal 25 November 2017, merilis hasil survei yang mengejutkan. Sebanyak 45 persen mahasiswa di universitas tersebut, tidak mengetahui bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan diselenggarakan pada Juni 2018 mendatang.

Ketua ISS UIN Raden Fatah, Muhaimin, menjelaskan bahwa survei yang mereka lakukan, menggunakan metode Stratified Random Sampling dengan jumlah responden yakni 400 mahasiswa UIN Raden Fatah pada tanggal 23-24 November 2017, dengan margin error 5 persen dan tingkat kepercayaan yakni 95 persen.

"Kami mendapatkan fakta yang menarik selama survei. Dari survei itu, kami mendapatkan hasil bahwa hampir setengah mahasiswa UIN Raden Fatah, belum mengetahui adanya pemilu serentak 2018." jelasnya, seperti dirilis oleh sumselupdate.com.

Pengamat Komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Raden Fatah, Yenrizal Tarmizi, mengatakan bahwa temuan ini harus menjadi pekerjaan rumah semua pihak, terutama penyelenggara pilkada dan pemilu.

"Ini bisa jadi gambaran di universitas lainnya di Palembang dan daerah lainnya di Sumsel. Sudah menjadi kewajiban kita bersama, terutama penyelenggara, untuk lebih intensif melakukan sosialiasi tentang pilkada tahun depan dan pemilu tahun 2019 mendatang." ujarnya.

Mendapatkan informasi ini, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat, A Karim Nasution, menyambut baik dan berusaha untuk lebih intensif lagi melakukan sosialisasi.

"Terima kasih banyak atas informasi dan masukannya. KPU Kota Palembang akan menyikapi ini, dengan meningkatkan sosialisasi kepada kalangan mahasiswa." tulis A Karim Nasution di tautan yang dibagikan oleh akun facebook Yenrizal Tarmizi.

Senada dengan A Karim Nasution, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat, Ahmad Naafi, menambahkan bahwa pihaknya terus mencari bentuk-bentuk sosialisasi yang efektif.

"Terima kasih atas informasinya. Sosialisasi dan peningkatan Partisipasi Masyarakat, bukan hanya tanggung jawab KPU, tetapi semua stakeholder sesuai PKPU dan UU Nomor 10 tahun 2016. KPU Sumsel dan jajarannya, berusaha menyampaikan info ini kepada masyarakat melalui berbagai sarana yakni perguruan tinggi, media massa, dan media sosial." tulis Ahmad Naafi.

Dia menjelaskan, selain terus mencari bentuk-bentuk sosialisasi yang efektif, KPU Sumsel juga terus memperjuangkan anggaran sosialisasi yang sangat minim dari hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov).

"Dana hibah dari pemprov yang hanya bisa disampaikan, tidak sampai 20 persen KK di Sumsel karena alasan defisit dan sebagainya. Kedepan, KPU dan Perguruan Tinggi, akan bersama-sama melakukan sosialisasi." ungkapnya. (Ohs)

Penerimaan Bakal Caleg Partai Hanura
No Response

Comments are closed.