Pemerintah Kota Palembang

Hensyi Fitriansyah: Untuk Jadi Bupati Lahat , Tidak Cukup Hanya Populer di Media Sosial

Bakal Calon Bupati Lahat bersama pengurus Masjid dan pondok pesantren Al Mutaqin Lahat serta anak-anak pondok pesantren

Bakal Calon Bupati Lahat, Hensyi Fitriansyah  bersama pengurus Masjid dan pondok pesantren Al Mutaqin Lahat serta anak-anak pondok pesantren

PALEMBANG, mediaonlinenews- Siapa yang tidak mengenal bakal calon Bupati Lahat, Hensyi Fitriansyah  di media sosial, baik itu di facebook maupun twitter. Setiap hari media sosial selalu disajikan dengan kegiatan-kegiatan Hensyi Fitriansyah, baik itu foto maupun kegiatan saat sosialisasi di Kabupaten Lahat.  

Populernya nama Hensyi Fitriansyah terbukti saat di lakukan polling di facebook, grup-grup facebook kecamatan, komunitas, dan perkumpulan di Kabupaten Lahat serta twitter. Hampir tiap kali diadakan polling di medos yang memiliki anggota ribuan sampai puluhan ribu ini, Hensyi Fitriansyah selalu menempati posisi pertama.

Bahkan saat polling dilakukan di halaman grup, pendukung bakal calon Bupati Lahat lainnya, nama Hensyi tetap menjadi yang paling populer. Memang ada satu sampai dua grup facebook di kabupaten Lahat yang tidak menempatkan Hensyi di peringkat pertama, tetapi meskipun tidak nomor satu,  paling jelek peringkat kedua. 

Bahkan ada polling grup facebok seta twitter yang khusus mengenai Pilkada Lahat yang diikuti ratusan sampai ribuan akun, menempatkan Hensyi Fitriansyah ditempat pertama dengan keunggulan diatas 75 persen. 

Populernya nama Hensyi Fitriansyah didunia maya ditanggapi biasa-biasa saja oleh bakal calon Bupati yang memiliki keluarga besar di Kecamatan Pajar Bulan, Kikim, Tanjung Sakti dan hampir semua Kecamatan di Kabupaten Lahat ini.

Menurut Hensyi populernya nama di dunia maya belum bisa mewakili tingkat kepopuleran sebenarnya di Kabupaten Lahat." Tiap hari kita melakukan sosialisasi di grup-grup facebook kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Lahat, namun ini belum bisa menjamin nama kita sudah terkenal di seluruh Kabupaten Lahat. Sebab tidak semua warga di Kabupaten Lahat memiliki facebook dan twitter," ujar Hensyi.

Hensyi juga tidak terlalu bangga namanya selalu menjadi nomor satu saat diadakan polling calon bupati lahat baik di facebook maupu twitter." Namanya polling di dunia maya, belum bisa menjadi patokan sebenarnya. Meskipun unggul 90 persen sekalipun, kita tidak tahu siapa sebenarnya pemilih kita di dunia maya tersebut. Berapa usianya, tinggal dimana dan mempunyai hak pilih atau tidak di kabupaten Lahat," ujar Hensyi.

Menurut Hensyi, bisa saja yang mengikuti polling tersebut tidak memiliki hak pilih di Kabupaten Lahat. Dan bisa juga satu orang yang mempunyai hak pilih di Kabupaten Lahat memiliki akun facebook dan twitter lebih dari satu." Kan bisa saja, satu orang pendukung kita, memiliki akun dua sampai tiga akun sekaligus. Bisa saja dari ratusan pemilih  itu ada yang memiliki sampai 3 akun facebook," kata Hensyi.

Selain itu lanjut Hensyi, walaupun dirinya paling populer di dunia maya, tidak bisa dijadikan acuan bisa terpilih jadi Bupati." Meskipun kita pupoler, belum tentu bisa jadi Bupati, sebab orang yang mengenal kita, belum tentu memilih kita," kata Hensyi.

Namun, meskipun menanggapinya dengan biasa saja, Hensyi tetap mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya namanya tidak akan menjadi pupoler di dunia maya, jika dirinya tidak gencar melakukan sosialisasi. " Sekarang, bagaimana caranya selain dikenal, kita juga disukai, sehingga orang-orang yang mengenal kita, juga tertarik untuk memilih kita," ujar Hensyi.

Hensyi tidak ingin hanya populer didunia maya, dirinya berharap semua warga yang ada di Kabupaten Lahat, baik itu yang tidak memiliki facebook maupun yang memiliki facebook bisa mengenalnya dengan baik. " Itulah saya juga melakukan sosialisasi dengan terjun langsung ke lapangan secara door to door. Jadi warga yang belum mengenal saya melalui media sosial, bisa mengenal saya secara langsung saat sosialisasi," ujar Hensyi.

Dijelaskan Hensyi, per Oktober  2016, sudah genap 2 tahun dirinya melakukan sosialisasi dengan turun langsung ke Kabupaten Lahat. " Memang tidak full selama 2 tahun, sebab ada beberapa bulan, yang tidak saya manfaatkan untuk sosialisasi. Sisa waktu 1 tahun 9 bulan lagi, akan saya maksimalkan dengan baik," kata Hensyi.

Menurut Hensyi, dari 22 Kecamatan di Kabupaten Lahat, tinggal 6 Kecamatan Lagi yang belum dimasukinya, yaitu Kecamatan Mulak Ulu, Kota Agung, Pulau Pinang, Pagar Gunung, Tanjung Tebat dan Gumay Ulu. Sementara dari 16 Kecamatan yang sudah dimasukinya tersebut, 60  persen lebih sudah sampai ke desa-desa .

"Selain sosialisasi, beberapa bulan belakangan ini saya juga mengumpulkan dukungan masyarakat melalui foto koipi KTP. Penggalangan foto kopi KTP dan dukungan ini, sebagai antisipasi, jika saya tidak bisa maju melalui jalur parpol," kata Hensyi. ( Ical Rinaldi)

Hendri Zainuddin, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Sumatera Selatan
No Response

Leave a reply "Hensyi Fitriansyah: Untuk Jadi Bupati Lahat , Tidak Cukup Hanya Populer di Media Sosial"