Pemerintah Kota Palembang

Aksi Borong Partai, Tutup Ruang Demokrasi Masyarakat

Ketua Bapilu Hanura Sumsel, Hatta Wazol

Ketua Bapilu Hanura Sumsel, Hatta Wazol (istimewa)

Palembang, MediaOnlineNews -- Menyikapi klaim kandidat yang menyatakan bahwa dukungan partai telah terakumulasi pada salah satu kandidat dan menutup habis peluang kandidat lain untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kota Palembang 2018, Drs, H. Hatta Wazol, MM yang sering dipanggil HW, yang kini menjabat Ketua BAPILU DPD Hanura Sumsel yang dipercaya oleh Muiaris Djahrl (MD) sebagal ketua Tim Pemenangan, menanggapi hal tersebut.

HW menyatakan bahwa dukungan Partai Politik terhadap kandidat saat ini, masih sangat cair dan semua kandidat masih memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan dukungan partai. Konsentrasi kandidat saat ini adalah melakukan komunikasi politik di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Adanya klaim yang dilakukan oleh kandidat tertentu telah mengantongi dukungan dari sejumlah Partai Politik Pengusung, menurut saya dalam situasi politik saat ini klaim tersebut sah sah saja, namun faktanya waktu yg tersedia untuk melakukan komunikasi politik masih cukup panjang, dan semua kandidat sama-sama masih memiliki peluang untuk mendapat dukungan partai sampai dengan menit terakhir,” katanya.

Selain itu, menurutnya kepastian baru memiliki pijakan hukum yang sah pada saat kandidat mendaftarkan diri 8 Januari 2018 nanti ke KPUD Kota Palembang. Terkait dengan itu Hw menambahkan keyakinannya bahwa dengan karakter MD, dukungan partai untuk maju dalam Pilkada insya Allah akan didapatkan oleh MD dan yakin di minggu-minggu mendatang akan ada kejutan terhadap konstelasi Politik Pilkada Kota Palembang ini.

"MD sampai dengan saat ini, masih melakukan komunikasi politik terhadap partai di tingkat DPP dan pihak kami berkeyakinan dengan karakter beliau yang cerdas, Iugas dan tegas, dan berpengalaman dalam meloby partai, pada saatnya nanti akan mendapatkan dukungan dari partai politik untuk maju dalam Pilkada Kota Palembang,” katanya. 

Selain dari itu, menurut HW juga menjelaskan bahwa, persolan Pilkada bukan hanya persoalan menang kalah dan bisa diselesaikan dengan aksi borong partai, yang selama ini sering dihembuskan ke masyarakat.

Sampai saat ini, HW berkeyakinan bahwa semua partai politik masih memilki idealisme, terutama dalam berkontribusi mengembangkan kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

“Sangat tidak mungkin partai-partai yang ada tidak lagi berpikir sehat, dan mengorbankan hak demokrasi 1,5 juta penduduk Palembang, dengan hanya menyodorkan 1 pasangan saja sebagai pilihan masyarakat,” katanya.

Ditanya masalah peluang MD memenangkan Pilkada, menurut HW menang dan kalah setiap kandidat, akan sangat ditentukan kesiapan manajemen pemenangan masing-masing kandidat.

HW menjelaskan bahwa, hanya kandidat yang paling siap menghadapi kontestasi Pilkada nanti, itulah yang akan menang. Saat ini semua tim MD sama sekali tidak terganggu dengan issue dan pemberitaan masalah dukungan partai, semua tim pada berbagai lini saat ini berkonsentrasi membangun jaringan tim pemenangan MD.

“Dengan besarnya jumlah pasukan pemenangan yang berjumlah puluhan ribu orang serta di dukung berbagai lapisan masyarakat yang terstruktur mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga ke RT, dan bermuara untuk meraih kemenangan pada tiap-tiap TPS, maka saya optimis sosok MD adalah alternatif pilihan pimpinan untuk menjadikan kota Palembang yang lebih baik dengan konsep Palembang baru, “ katanya. (rilis/Hensyi Fitriansyah)

Hendri Zainuddin, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Sumatera Selatan
No Response

Leave a reply "Aksi Borong Partai, Tutup Ruang Demokrasi Masyarakat"